Aku Perkenalkan Kepada Engkau Rahasia Nun

Nur adalah nama indah pemberian Khadijah (RA) putri Khuwaylid kepada kekasih hatinya yang panjang nan damai sentausa muara alirannya serta satu-satunya, Muhammad (SAW) putra Abdullah. Nur adalah cahaya dan penerangan Tuhan semesta alam yang memancar melalui dahinya. Sekarang, mentari yang menyinari kamarnya sebentar lagi akan menyinari Mekah juga dunia. Dan telah tiba masa bagi sinarnya… Lanjutkan membaca Aku Perkenalkan Kepada Engkau Rahasia Nun

Iklan

Segalanya, katamu?

Lebih baik aku tidak mengetahui apapun jika pembongkaran terbesar adalah tentang orang-orang tersayang. Karena, apa sesungguhnya aku ini? Sayap di punggungku seolah selalu menemui patahnya. Hari demi hari, sambil menabraki angin yang hanya dipekerjakan untuk memperbesar lubang dan melunakkan tulang-belulang. Aku tidak pernah menduga, memiliki kepalaku sendiri adalah luar biasa sekaligus petaka. Gunting raksasa di… Lanjutkan membaca Segalanya, katamu?

Menjadi Budak Yang Tidak Baik Adalah Baik

Masa-masa rumpang telah usai. Hari ini, segera aku berdoa membawakan menu makan Magelangan kesukaanmu. Tolong perhatikan bagaimana suara senantiasa terdengar dari yang sedikit. Tidak banyak yang dilakukan oleh yang banyak selain menghabisi kebanyakannya yang tidak habis. Atau, boleh jadi mereka juga bersuara dikala sisi kebinatangannya bergerak terbenam. Sekali lagi. Aku menuliskan pesan di halaman dua.… Lanjutkan membaca Menjadi Budak Yang Tidak Baik Adalah Baik

Kabar Hari Ini

Aku tidak merasa baik. Menuju kepala, beberapa hal memasang raut paling sukar dihinggapi kenan rasa. Bahkan sialnya, tidak hidup satu ketidakdukaan atas mengadanya satu onggok daging yang diberi nama, Manusia Kebencian Orang-orang. Bersumpah dia atas nama dunia. Itulah, Sayang, bagaimana seseorang dilahirkan tidak untuk menggembirakan seseorang yang lain. Dan hari ini, aku berkabar kepadamu atas… Lanjutkan membaca Kabar Hari Ini

Mortalitas Diri Sekali Lagi

Berangkat dari pertanyaan seorang teman, aku masih perlu mencoba menemukan jawaban. Ketika manusia-manusia di luar sana dilahirkan dengan kecenderungan terhadap sesuatu, aku di sini masih sangat mengidolakan diriku sendiri. Sebagaimana seorang atlet, misalnya. Minimal, ada perasaan yang mendorong seseorang menjadi atlet. Baik internal maupun eksternal. Soal itu, aku merasa tidak perlu menjadi sekaku itu terpaku.… Lanjutkan membaca Mortalitas Diri Sekali Lagi

Sebuah Catatan

Dunia luar biar menjadi dunia luar. Sekurang-kurangnya jalanan menjadi ladang berburu pelajaran. Toh lebih banyak masaku habis di dalam kandang. Lima belas detik lalu seseorang telah mengangguk tanda mengerti. Tentang ada begitu banyak hal bernyawa di telepon genggam yang tidak bernyawa. Sebuah bahaya, pula sebuah lawan kata bencana. Sebagaimana sekarang aku memandang keluar jendela, dengung… Lanjutkan membaca Sebuah Catatan

Milea

Untuk perempuan yang hanya bisa ditaklukkan Bapak. Bicara menjadi tahan banting adalah bicara perihalnya. Segera mewujud begitu indah kesegalanya di kepala dan dada. Kalau-kalau Bapak mengajakku berkunjung ke dermaga seninya, Ibulah yang pertama mengantarku menjabat tangan olahraga. Meski perlu disayangkan aku sepayah itu kepada voli. Tapi bukan masalah. Kedua benua itu masih diselamatkan oleh tawa.… Lanjutkan membaca Milea